A/N : *Lirik kiri kanan* Ehem ehem ehmmm Sumimasen
deshita~ *Lambai2* wkwkkwkwk Hai semua
siapa saja yang baca ini fic.. Ini Fic pertama ku dengan Pairing SasuSaku..
Gomen ne, kalau masih abal-abalan XD
namanya jg pemula :/ Yoshh.. semoga kalian suka :D
Happy
Reading~!
.
.
.
Disclaimer : Naruto
© Masashi Kishimotto Sensei
Main Character
: Haruno Sakura (10 Y.O)
Pairing :
SasuSaku/NaruHina/and many more
Genre :
Spiritual/Friendship/Romance, Maybe :’v
Rate : T
Warning : Ada
beberapa[mungkin banyak] typo betebaran. OOC. AU. Abal-abalan dan gaje. Alur
Maju mundur naik turun (?) Kata-kata gak jelas.
Don't like?
Up to you!
Magic Of Anime
Present :
Ikatan
© FuuChan
Summary :
Tragis, aku harus melihat
kematian ku sendiri diusia yang masih sangat mudah. Meninggalkan kedua
sahabatku dalam kesedihan. Belum sampai disana aku juga harus Mencari kebenaran
akan diriku, membuat aku harus menerima kenyataan yang pahit. Meninggalkan
orang orang yang aku sayangi. Mencari jalan agar bisa sampai kesurga dengan
tenang..
.
Chapter
1 : Pertemuan Takdir
.
.
Sinar mentari pagi yang hangat menembus cela
cela jendela kamar yang masih tertutup rapat, gadis kecil berusrai soft pink berdiri
berkacak pinggang disamping ranjang. Gadis itu mengeleng geleng kepala nya
membuat rambut soft pink ciri khas nya menari nari mengikuti gerak kepalanya,
gadis itu tidak percaya pemuda revan dihadapannya masih menutup onyx indah
miliknya. Gadis itu menarik selimut pemuda itu, melempar selimut itu asal ke
sisi ruangan yang lain.
“Saassuuuukkeeeee !!!!” Gadis itu berteriak
dengan keras di telinga sasuke agar pemuda itu bangun dan kembali dari dunia
mimpi. Sasuke hanya diem sasuke enggan
menanggapi Gadis cerewat dihadapnya itu, sasuke kembali berbalik merubah posisi
tidurnya, menggambil bantal disampingnya, menutup telinga degan bantal supaya
suara gadis cerewet itu tidak akan menggangu tidurnya.
“ck, sasuke cepat bangun ini sudah siang nanti
kamu terlambat masuk sekolah” sewot sakura sambil menatap sasuke galak. “bukan
kah ini hari pertamamu di KHS. Kamu tidak boleh melewati upacara penerimaan
siswa baru sasuke. Cepattt banguunn !!!” kali ini gadis itu mengguncang guncang
tubuh sasuke. Sasuke yang mulai risih dengan gadis itupun membuka matanya.
“diamlah sakura kau berisik sekali pagi-pagi”
sasuke bangkit dan berjalan kearah kamar mandi.
“salahmu sendiri, susah sekali dibangunkan”
sakura mengembungkan pipi nya tanda dia sedang kesal dengan pemuda yang dari
segi bentuk tubuh dan tinggi lebih tua dari sakura. Ya, sakura nama gadis kecil
itu sudah lima tahun belakangan ini sakura tinggal bersama sasuke –erghh
mungkin lebih tepatnya menggangu- Lima tahun yang lalu sasuke bertemu sakura,
saat sakura sedang menangis.
.
.
.
-
Flashback 5 tahun yang lalu -
.
.
.
Gadis itu terus menangis tidak peduli hari
sudah gelap. Dia menangis hingga matanya sembab dan suaranya serak. Dia tidak
peduli dengan dingin angin malam yang membuatnya kedinginan, yg dia ingin
lakukan sekarang hanya menangis, hanya menangis.
“hey kau, jangan menangis di tengah jalan.
Mengahalangi jalan orang saja. Cepat minggir” sasuke kecil berdiri dibelakang
gadis itu. Mendengar suara orang dibelakangnya, gadis itupun berhenti menangis.
Dia menghapus air mata dipipinya, gadis itu berbalik dilihatnya seorang anak
laki-laki berdiri dihadapannya. Gadis pink itu melihat kearah sekitar tempat
mereka berada tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.
“kau bisa melihatku ?” tanya gadis kecil itu
pada anak laki-laki dihadapannya dengan muka polos
“tentu saja, kau pikir aku buta apa ?”
Sakura nama gadis itu, sakura hanya diam
menatap lurus kearah anak laki-laki itu. Dia tidak percaya anak ini melihatnya
menangis, sebelumnya tidak ada yang peduli dengan sakura yang sedang menangis
lebih tepatnya tidak ada yang bisa melihat sakura.
“kamu benar bisa melihatku ?” tanya sakura
sekali lagi untuk memastikan apa yang didengarnya itu tidak salah.
“kau ini bodoh atau tuli ? kan td aku sudah
bilang aku bisa melihatmu” sasuke tampak mulai kesal. Saat itu juga sakura
mengembangkan senyumnya. Sakura berdiri dan memeluk sasuke.
“huaaahh senang nya ada yang bisa melihatku”
sakura semakin mengencangkan pelukannya pada sasuke
“hey apa apaan ini. Lepas.. lepaskan aku”
sasuke mendorong tubuh mungil sakura agar melepaskan pelukkannya.
“ hey kau ini tidak boleh bersikap kasar pd
seorang gadis”
“ kau yang aneh, tiba tiba memeluk orang
sembarang. Dasar jidat lebar” ejek sasuke pada sakura
“ apa katamu, pantat ayam” giliran sakura
mengejek sasuke
“sudahlah minggir, aku mau lewat” sasuke
berjalan melewati sakura. Untuk sesaat sakura terpesona akan ketampanan yang
dimiliki sasuke kecil itu. Sakura menggelengkan kepalanya dia mulai sadar
sasuke mulai jauh dari pandangan nya.
“tunggu “ teriak sakura. Sasuke berhenti dan berbalik
untuk melihat sakura, tapi sasuke tidak melihat gadis pink itu ditempatnya.
“heh ? kemana gadis itu ? cepat sekali menghilangnya ?” sasuke berbalik lagi
melanjutkan perjalannya tiba-tiba sosok gadis pink itu sudah ada dihadapan
sasuke, sasuke yang terkejut mundur satu langkah.
“ka ka kamu.. tadi.. ke- kenapa..” ucap sasuke
yg tiba-tiba jadi gagap
“heh ? kenapa kau jadi gagap begitu ?” tanya
sakura polos
“ahh sudahlah lupakan.. apa mau mu ?”
“aku ingin minta bantuanmu”
“tidak mau” sasuke kembali melanjutkan
perjalannya kerumah melewati sakura yang masih berdiri mematung
“hey, aku blm bilang aku ingin minta bantuan
apa “ sakura cemberut, sakura masih mengikuti sasuke dari belakang
“ tidak perlu “ balas sasuke dingin
“ayolaahh dengarkan aku dulu” rayu sakura
“Tidak !!”
“Kau ini pelit sekali”
“hn” hening tidak lagi terdengar suara sakura
yang cerewet, sasukepun berbalik memastikan apa gadis pink itu masih
mengikutinya. Tidak ada, tidak ada sosok pink itu lagi, mungkin dia sudah
pulang. Memang sudah seharusnya begitu, tidak baik anak perempuan berkeliaran
dimalam hari pikir sasuke.
~ ( ` w
‘ ) ~
Sinar mentari pagi menembus tirai jendela yang
masih tertutup. Sasuke kecil mulai membuka matanya menampakan onyx indah
miliknya, matanya berkedip kedip berusaha menyesuaikan pengelihatannya yang
masih buram sedikit demi sedikit pengelihatannya mulai jelas tampak sosok gadis
pink sedang duduk manis dikursi, gadis itu masih senyum senyum sambil menantap
sasuke. Sasuke bangkit dan duduk diatas tempat tidurnya.
“Ohayoo.. Sa-Su-Ke-Kun” sapa gadis itu ramah
pada sasuke, dengan senyum licik diakhir kalimatnya
“Ohay—“ kata kata sasuke terputus, dia baru
sadar dan benar benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“ka- kamu.. gadis yang semalam itu kan ?”
sasuke menunjuk sakura. Binggung. Ya sudah pasti.
“pangil aku Sakura”
“aku tidak peduli dengan namamu. Bagaimana
kamu masuk kekamarku ?”
“jendela” jawab sakura singkat. Sasuke melihat
kearah jendela kamarnya, sasuke bangkit dan mendekat ke arah jendela kamarnya.
Masih tertutup rapat pikir sasuke.
“Bagaimana kau naik dan membuka jendela ini ?
ini masih tertutup rapat ?” tanya sasuke binggung
“Terbang dan menembusnya” sakura masih senyum
senyum
“khayalanmu terlalu tinggi”
“aku tidak berkhayal. Itu hal mudah bagiku”
“tidak mungkin. Kecuali kau itu hantu”
“aku memang hantu” jawab sakura polos
Hening
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
“hhaaaaaaaaaaaaahhhhh ????” sasuke tiba-tiba
OOC , matanya membulat, mulut terbuka lebar. Sasuke benar benar terkejut dengan
pengakuan sakura.
“ka ka kaamuu Hanttu ?” tanya sasuke sekali
lagi dengan terbata bata
“heh ? kau tidak menyadarinya ? ku pikir kau sudah
tau semalam ?” jawab sakura dengan polosnya.
“kau pasti bohong, mana ada hantu gentayangan
pagi pagi begini” sasuke berusaha positif thinking
“kau tidak percaya ? baiklah akan aku tunjukkan”
sakura berdiri di atas kursi yang dia dudukin tadi. Sakura melangkah kedepan
berjalan seperti biasa, sulit dipercaya tubuh mungil sakura benar benar
melayang. Sakura terbang melayang layang di kesana kemari di kamar sasuke.
Berikutnya sakura terbang ke langit langit kamar sasuke menembus langit langit
itu dan menghilang. Tidak lama kemudian sakura muncul di belakang sasuke.
Sasuke yang terkejut sontak terjatuh terduduk dilantai. Sasuke masih bengong
mencerna semua kejadian yang dilihatnya barusan.
“Kami-sama mimpi apa aku semalam” rutuk
sasuke, kepala nya begitu pusing setelah melihat sakura.
“aku pasti bermimpi” pikir sasuke, sasuke
menampar pipinya Plakkk “Sakiitt” Sasuke merasa pipinya memanas dan memerah.
“kau ini bodoh sekali” ucap sakura yang heran
dengan kelakuan sasuke
“kalau kamu bener benar hantu. Kenapa
mengganggu ku pergi sana” usir sasuke
“semalam kan sudah aku bilang aku butuh
bantuanmu”
“Tidak mau!!”
“Ayolahhh”
“kenapa harus aku ?”
“karna hanya kamu yang bisa melihatku”
“Tidak mau”
“Ayolahh Sasuke kun, hanya kamu yang bisa”
sakura memasang raut wajah paling memohon pada sasuke. Setiap orang yang
melihat pasti langsung menuruti sakura. Mukanya yang polos penuh harapan,
emerladnya berkaca kaca seolah menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Hati
sasuke yang biasanya sedingin Es kini meleleh oleh tatapan sakura,sungguh
sasuke tidak tahan ditatap seperti itu.
sasuke menghela nafas panjang..
“Baiklah”
-
Sakura PoV -
Aku sedang berada di tokoh dipinggir pantai
menemani ibuku berbelanja. Mata ku terpanah pada 3 buah gantungan kunci
berbentuk bintang. Cantik sekali. Gantungan itu seperti botol yang berbentuk
bintang, didalamnya ada pasir warna warni dengan sebuah kerang yang cantik.
“Paman, apa ini dijual ?” aku memberanikan
diri bertanya pada paman yang menjual gantungan itu.
“Tentu, kamu mau gadis kecil ?” aku
menggangguk pelan. Paman itu memberikan satu buah gantungan kunci itu padaku.
“paman boleh aku minta ketiga gantungan itu ?”
“banyak sekali, kau begitu menyukainya
ternyata”
“huum.. aku juga ingin teman-teman ku
mempunyai gantungan yang sama denganku paman”
“kamu baik sekali, ini untukmu”
“Arigatoo..” aku mengambil ketiga gantungan
kunci itu dan membayarnya.
Setelah pulang, cepat cepat aku ketaman untuk
menemui kedua sahabatku. Dengan perasaan
yang gembira aku menghampiri sahabat ku yang sedang bermain boneka.
“Teman-teman, aku punya sesuatu untuk kalian”
ucapku begitu berada dihadapan mereka
“apa itu sakura chan ?” tanya gadis paling
pemalu diantara kami.
“Ini..” aku menunjukan gantungan kunci yang
baru saja aku beli tadi
“wahh.. cantik sekali gantungan kunci nya”
giliran gadis kuning bersuara
“Ini untukmu Ino” aku memberikan gantungan
kunci itu pada ino, sesuai warna kesukaan ino aku memberikan gantungan warna
Kuning.
“Dan yang ungu untuk mu Hinata” Hinata si
gadis pemalu itu menerimanya dengan rona merah diwajahnya.
“Arigatoo Sakura Chan” Ucap mereka berbarengan
“Dhoita, ohh ya aku tadi lihat disimpang jalan
sana ada penjual Es Cream. Ayoo kita lihat”
Aku, ino, dan hinata pergi membeli es cream
dipersimpangan jalan tidak jauh dari taman. Saat kami mau kembali ketaman ino
dan hinata saling bercanda tanpa sengaja Ino menyenggol es cream milik hinata
hingga jatuh. Hinata menangis.
“Hinata Gomenasai”
sesal ino
“Ino baka !!” hinata mendorong ino. Tidak kuat
memang, tapi es cream yang dipegang ino ikut jatuh ketanah. Ino yang tidak
terima, Mendorong hinata kembali. pada
akhirnya hinata dan ino saling mendorong.
“teman teman sudahlah, ayoo kita beli yang
baru” bujuk ku pada kedua temanku ini. Tapi mereka menghiraukan ku dan tetap
saling mendorong. Kulihat gantungan kunci yang kuberikan pada Ino terjatuh
terpental ke arah jalan raya disamping. Aku mengambilnya. Saat aku berdiri
sebuah truk melaju didepanku. BRUKKKK.. Seketika tubuh mungil ku terpental. Aku
tergeletak di tengah jalan dengan darah diamana mana. Tubhku seakan remuk
semua. Kesadaranku mulai menghilang, pelan pelan pandanganku mulai kabur,
mataku mulai menutup hingga hanya gelap yang dapat aku lihat.
Tidak lama kemudian aku mencoba membuka
mataku. Saat mata ini sudah bisa melihat dunia dengan jelas. Kulihat semoa
orang mengelilingiku. Diantara mereka ada Hinata dan Ino. Mereka saling
berpelukkan, senangnya aku mereka sudah akur kembali. Tapi.. tunggu dulu kenapa
mereka berdua menangis ? aku berusaha bangkit dan berdiri lalu mendekat kearah
mereka.
“Ino , Hinata kenapa kalian menangis ?” tanya
ku khawatir. Mereka berdua memandang kearahku, lalu berlari mendekatiku.
Blusshh.. seperti angin lewat.. apa ini ? apa yang terjadi ? kenapa ? kenapa
aku seakan menembus mereka berdua ? ku beranikan diri berbalik. Seketika air
mataku jatuh tumpah. Kulihat Hinata dan Ino sedang menangis disamping gadis
rambut pink yang tubuhnya dipenuhi dengan darah. Aku kenal gadis itu. Tidak !!
Aku tau gadis itu.. gadis itu Aku !! ini tidak mungkin. Tangis ku pecah, aku
membeku ditempat.
Tidak lama kemudian datang Ambulans. Mereka
membawa tubuhku pergi bersama Ino dan Hinata. Aku mengikuti mereka masuk
kedalam mobil ambulans. Ino dan Hinata masih menangis. Perawat yang ada didalam
mobil itu memeriksa ku memasang berbagai macam selang yang tidak aku ketahui
ketubuh mungilku.
“Ino, Hinata jangan menangis aku disini” aku
mencoba berbicara pada Ino dan Hinata tapi seprtinya mereka tidak mendengarku.
Sial !! mereka tidak bisa melihat dan mendengarku, aku juga tidak bisa
menyentuh mereka. Kami sama apa yang terjadi padaku.
Ambulans itu sudah sampai di Rumah Sakit.
Tubuhku dibawa ke ruang oprasi. Tidak lama kemudian Ibu dan Ayah datang bersama
orang tua Ino dan Hinata. Mereka semua menangis. Sakit rasanya melihat orang
orang yang kusayang menangis seperti ini. Setelah 2 jam menunggu, dokter yang
mengoprasiku keluar dari ruang oprasi. Terlihat muka dokter itu sedih. Ayah dan
ibu mendekat kearah dokter. Dokter itu hanya menggeleng kepala
“Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu
kami” ucap nya menyesal. Saat itu juga ibu pingsan. Ayah yang menopang ibu
yg pingsanpun menangis, begitu jg ino
hinata dan orang tua mereka ikut menangis. Aku masuk kedalam ruang oprasi. Aku
menatap tubuhku yang sudah ditutupi kain putih dari ujung kepala sampai kaki.
Apa aku benar benar mati ? bodohnya aku.
Jelas jelas aku ini sudah mati, raga dan jiwa sudah terpisah. Aku hanya bisa
menangis menerima kenyataan pahit ini.
~ ( ` w
‘ ) ~
Tubuhku dibawa kembali oleh ayah dan ibu
kerumah. Inilah Upacaran Pemakamanku. Miris sekali aku harus merenggang nyawa
dengan teragis seperti itu diusia 10
tahun yang masih terbilang masih sangat muda. Satu persatu orang datang. Aku
berdiri dipojok ruangan melihat semua orang yang datang memberi penghormatan
terakhir padaku. Meletakkan bunga mawar putih tanda turut berduka cita atas
kematianku. Kupandangi setiap sudut ruangan itu, mereka semua rata rata menangis. Kulihat kedua sahabatku
berdiri menatap peti dihadapan mereka. Air mata mereka tidak bisa berhenti.
Tampaknya mereka menangis sepanjang malam terlihat dari mata Ino dan Hinata
begitu sembab.
Hinata si gadis pemalu seperti kekeringan Air
mata, dari matanya aku bisa melihat kesedihan paling dalam. Ino masih menangis,
dia tidak bisa membendung air matanya yang sejak dari tadi tumpah.
“Ini salahmu hinata, ini semua gara-gara kamu”
Ino berteriak membentak hinata. Hinata tiba tiba membeku ditempat lengkap sudah
rasa sakit yang hinata rasakan. Ino pergi berlari keluar meninggalkan ruangan
itu. Hinata yang masih membeku ditempat seakan tertusuk pedang yang begitu
tajam dijantungnya. Hinata menangis dalam diam, air matanya kembali muncul
membasahi pipinya.
“Hinata itu tidak benar Ino hanya terbawa
emosi” aku mencoba menenangkan Hinata, aku tau Hinata pasti tidak bisa
mendengarku. Hinata menundukan kepalanya, dia begitu menyesal merasa bersalah
dan begitu sedih.
“Mungkin Ino benar, ini salahku” Hinata
berjalan Lesu, dia menembusku. Dan pergi kearah pintu keluar. Aku terduduk
ditempat ku berdiri tadi. Kami Sama
jangan biarkan kedua sahabatku bertengkar seperti itu. Mereka berdua tidak
salah.
Tubuhku sudah dikuburkan, Rumah ku sudah sepi
hanya tinggal ayah dan ibu. Ayah sedang mandi, sedangkan ibu berada dikamarku
menatap foto ku dengan kesedihan mendalam. Aku tau ibu pasti sangat terpukul
atas kepergian ku melebihin siapapun. Sungguh, sungguh aku tidak sanggup
melihat ibu seperti ini. Aku berlari keluar meninggalkan rumah. Berlari tampa
arah yang jelas. Kaki ku tersandung sesuatu aku terjatuh, aku mencoba duduk
saat itu juga tangis ku kembali pecah. Aku tidak bisa menerima semua ini. Saat
itu juga aku mendengar suara anak laki laki dibelakangku.
-
Sakura END PoV –
.
.
-
Normal PoV –
“begitulah ceritanya, semalam aku mengikutimu kerumah tanpa sepengetahuan
mu “ sakura mengakhirinya ceritanya. Sasuke hanya mengangguk kecil tanda dia
paham situasi sakura.
“jadi kamu baru meninggal ? lalu kamu ingin
minta bantuan apa pada anak anak sepertiku?”
“aku ingin.. kamu bisa membuat kedua teman ku
berbaikkan”
“hah ? hanya itu ?” tanya sasuke memastikan
“Iya hanya itu saja” sakura menggangguk pelan
“Baiklah, ayo kita cari kedua temanmu itu”
sasuke berdiri dan berjalan menuju kamar mandi “tapi sepulang aku sekolah”
sakura hanya mengangguk pelan, tanda dia mengerti lalu menghilang.
~ (
> w < ) ~
Sakura kecil berdiri di atas dahan pohon
disebrang sekolah sasuke. Menatap kearah sekolah sasuke.
“aku jadi kangen sama sekolahku” sakura hanya
bisa menatap nanar pada bangunan didepannya. Tidak lama kemudian sosok yang dia
tunggu terlihat oleh manik Emarland nya. Sakura terbang kearah sasuke.
“Konichiwaa Sasuke-kun” sapa sakura ramah,
sakura berjalan disamping sasuke menyamakan langkahnya dengan sasuke
“jadi ayoo kita kerumah Hinata, sasuke” sasuke
hanya menjawab pertanyaan sakura dengan anggukan kecil. Mereka berjalan dalam
diam, tidak ada satupun yang berbicara. Sakura berjalan satu langkah di depan
sasuke, sasuke hanya mengikuti langkah sakura dari belakang.
“Kita sudah sampai” mereka berdiri depan
gerbang besar. Sasuke sedikit kagum dengan rumah dihadapannya sekarang. Dipandanginya
sekeliling rumah itu, rumahnya tidak jauh beda besarnya dengan rumah sasuke
hanya saja rumah ini memiliki halaman yang lebih luas dari rumah sasuke. Sasuke
sedikit mengenali rumah ini.
“Hey sakura, bukan kah ini rumah kediaman
Hyuga ?” sasuke kenal keluarga hyuga dia pernah sekali berkunjung ke rumah ini
bersama ayahnya.
“Yups, dari mana kau tau ?” tanya sakura heran
“aku pernah sekali kesini bersama Ayah ku”
sasuke menekan bel didekat gerbang. Tidak lama kemudian ada satpam yang
menghampiri mereka.
“cari siapa dik ?” tanya satpam itu ramah
“Aku mencari Nona Hinata” ucap sasuke to the
point
“wahh.. sayang sekali, Nona Hinata tadi pagi
sudah berangkat ke Amerika untuk melanjutkan sekolahnya”
“Apppaaaaa ???” sakura sangat terkejut dengan
yang dikatakan satpam tadi. Sasuke hanya mengangguk kecil lalu berterima kasih
pada satpam dan pergi meninggalkan kediaman Hyuuga.
“sakura.. kurasa ini akan jadi sulit. Kau
harus menunggu sampai Hinata kembali dari study nya”
“kau benar” sakura hanya menjawab lesu.
.
.
-
Flashback END -
-
...............................................................................................................................................
“Ketika takdir mempertemukan kita.. Pertemuan yang unik
ini membuatku bersamamu..”
.
.
~FuuChan~
..............................................................................................................................................
Yokattaaa..
selesai juga Chapter pertama. Arigatoo udah mau baca Fic ku yang masih abal
abalan ini. Ehhmmm.. Fuu sangat terbuka dengan saran dan kritik. Review
or Flame?. Jadi mohon tinggalkan jejak ya minna san :D
