Ikatan chapter 1

A/N : *Lirik kiri kanan* Ehem ehem ehmmm Sumimasen deshita~ *Lambai2* wkwkkwkwk  Hai semua siapa saja yang baca ini fic.. Ini Fic pertama ku dengan Pairing SasuSaku.. Gomen ne,  kalau masih abal-abalan XD namanya jg pemula :/ Yoshh.. semoga kalian suka :D

Happy Reading~!
.
.
.
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimotto Sensei
Main Character : Haruno Sakura (10 Y.O)
Pairing : SasuSaku/NaruHina/and many more
Genre : Spiritual/Friendship/Romance, Maybe :’v
Rate : T
Warning : Ada beberapa[mungkin banyak] typo betebaran. OOC. AU. Abal-abalan dan gaje. Alur Maju mundur naik turun (?) Kata-kata gak jelas.
Don't like? Up to you!
Magic Of Anime Present :
Ikatan © FuuChan
Summary :
Tragis, aku harus melihat kematian ku sendiri diusia yang masih sangat mudah. Meninggalkan kedua sahabatku dalam kesedihan. Belum sampai disana aku juga harus Mencari kebenaran akan diriku, membuat aku harus menerima kenyataan yang pahit. Meninggalkan orang orang yang aku sayangi. Mencari jalan agar bisa sampai kesurga dengan tenang.
.
.
Chapter 1 : Pertemuan Takdir
.
.
Sinar mentari pagi yang hangat menembus cela cela jendela kamar yang masih tertutup rapat, gadis kecil berusrai soft pink berdiri berkacak pinggang disamping ranjang. Gadis itu mengeleng geleng kepala nya membuat rambut soft pink ciri khas nya menari nari mengikuti gerak kepalanya, gadis itu tidak percaya pemuda revan dihadapannya masih menutup onyx indah miliknya. Gadis itu menarik selimut pemuda itu, melempar selimut itu asal ke sisi ruangan yang lain.
“Saassuuuukkeeeee !!!!” Gadis itu berteriak dengan keras di telinga sasuke agar pemuda itu bangun dan kembali dari dunia mimpi.  Sasuke hanya diem sasuke enggan menanggapi Gadis cerewat dihadapnya itu, sasuke kembali berbalik merubah posisi tidurnya, menggambil bantal disampingnya, menutup telinga degan bantal supaya suara gadis cerewet itu tidak akan menggangu tidurnya.
“ck, sasuke cepat bangun ini sudah siang nanti kamu terlambat masuk sekolah” sewot sakura sambil menatap sasuke galak. “bukan kah ini hari pertamamu di KHS. Kamu tidak boleh melewati upacara penerimaan siswa baru sasuke. Cepattt banguunn !!!” kali ini gadis itu mengguncang guncang tubuh sasuke. Sasuke yang mulai risih dengan gadis itupun membuka matanya.
“diamlah sakura kau berisik sekali pagi-pagi” sasuke bangkit dan berjalan kearah kamar mandi.
“salahmu sendiri, susah sekali dibangunkan” sakura mengembungkan pipi nya tanda dia sedang kesal dengan pemuda yang dari segi bentuk tubuh dan tinggi lebih tua dari sakura. Ya, sakura nama gadis kecil itu sudah lima tahun belakangan ini sakura tinggal bersama sasuke –erghh mungkin lebih tepatnya menggangu- Lima tahun yang lalu sasuke bertemu sakura, saat sakura sedang menangis.
.
.
.
-          Flashback 5 tahun yang lalu       -
.
.
.
Gadis itu terus menangis tidak peduli hari sudah gelap. Dia menangis hingga matanya sembab dan suaranya serak. Dia tidak peduli dengan dingin angin malam yang membuatnya kedinginan, yg dia ingin lakukan sekarang hanya menangis, hanya menangis.
“hey kau, jangan menangis di tengah jalan. Mengahalangi jalan orang saja. Cepat minggir” sasuke kecil berdiri dibelakang gadis itu. Mendengar suara orang dibelakangnya, gadis itupun berhenti menangis. Dia menghapus air mata dipipinya, gadis itu berbalik dilihatnya seorang anak laki-laki berdiri dihadapannya. Gadis pink itu melihat kearah sekitar tempat mereka berada tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.
“kau bisa melihatku ?” tanya gadis kecil itu pada anak laki-laki dihadapannya dengan muka polos
“tentu saja, kau pikir aku buta apa ?”
Sakura nama gadis itu, sakura hanya diam menatap lurus kearah anak laki-laki itu. Dia tidak percaya anak ini melihatnya menangis, sebelumnya tidak ada yang peduli dengan sakura yang sedang menangis lebih tepatnya tidak ada yang bisa melihat sakura.
“kamu benar bisa melihatku ?” tanya sakura sekali lagi untuk memastikan apa yang didengarnya itu tidak salah.
“kau ini bodoh atau tuli ? kan td aku sudah bilang aku bisa melihatmu” sasuke tampak mulai kesal. Saat itu juga sakura mengembangkan senyumnya. Sakura berdiri dan memeluk sasuke.
“huaaahh senang nya ada yang bisa melihatku” sakura semakin mengencangkan pelukannya pada sasuke
“hey apa apaan ini. Lepas.. lepaskan aku” sasuke mendorong tubuh mungil sakura agar melepaskan pelukkannya.
“ hey kau ini tidak boleh bersikap kasar pd seorang gadis”
“ kau yang aneh, tiba tiba memeluk orang sembarang. Dasar jidat lebar” ejek sasuke pada sakura
“ apa katamu, pantat ayam” giliran sakura mengejek sasuke
“sudahlah minggir, aku mau lewat” sasuke berjalan melewati sakura. Untuk sesaat sakura terpesona akan ketampanan yang dimiliki sasuke kecil itu. Sakura menggelengkan kepalanya dia mulai sadar sasuke mulai jauh dari pandangan nya.
“tunggu “ teriak sakura. Sasuke berhenti dan berbalik untuk melihat sakura, tapi sasuke tidak melihat gadis pink itu ditempatnya. “heh ? kemana gadis itu ? cepat sekali menghilangnya ?” sasuke berbalik lagi melanjutkan perjalannya tiba-tiba sosok gadis pink itu sudah ada dihadapan sasuke, sasuke yang terkejut mundur satu langkah.
“ka ka kamu.. tadi.. ke- kenapa..” ucap sasuke yg tiba-tiba jadi gagap
“heh ? kenapa kau jadi gagap begitu ?” tanya sakura polos
“ahh sudahlah lupakan.. apa mau mu ?”
“aku ingin minta bantuanmu”
“tidak mau” sasuke kembali melanjutkan perjalannya kerumah melewati sakura yang masih berdiri mematung
“hey, aku blm bilang aku ingin minta bantuan apa “ sakura cemberut, sakura masih mengikuti sasuke dari belakang
“ tidak perlu “ balas sasuke dingin
“ayolaahh dengarkan aku dulu” rayu sakura
“Tidak !!”
“Kau ini pelit sekali”
“hn” hening tidak lagi terdengar suara sakura yang cerewet, sasukepun berbalik memastikan apa gadis pink itu masih mengikutinya. Tidak ada, tidak ada sosok pink itu lagi, mungkin dia sudah pulang. Memang sudah seharusnya begitu, tidak baik anak perempuan berkeliaran dimalam hari pikir sasuke.
~ ( ` w ‘ ) ~
Sinar mentari pagi menembus tirai jendela yang masih tertutup. Sasuke kecil mulai membuka matanya menampakan onyx indah miliknya, matanya berkedip kedip berusaha menyesuaikan pengelihatannya yang masih buram sedikit demi sedikit pengelihatannya mulai jelas tampak sosok gadis pink sedang duduk manis dikursi, gadis itu masih senyum senyum sambil menantap sasuke. Sasuke bangkit dan duduk diatas tempat tidurnya.
“Ohayoo.. Sa-Su-Ke-Kun” sapa gadis itu ramah pada sasuke, dengan senyum licik diakhir kalimatnya
“Ohay—“ kata kata sasuke terputus, dia baru sadar dan benar benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“ka- kamu.. gadis yang semalam itu kan ?” sasuke menunjuk sakura. Binggung. Ya sudah pasti.
“pangil aku Sakura”
“aku tidak peduli dengan namamu. Bagaimana kamu masuk kekamarku ?”
“jendela” jawab sakura singkat. Sasuke melihat kearah jendela kamarnya, sasuke bangkit dan mendekat ke arah jendela kamarnya. Masih tertutup rapat pikir sasuke.
“Bagaimana kau naik dan membuka jendela ini ? ini masih tertutup rapat ?” tanya sasuke binggung
“Terbang dan menembusnya” sakura masih senyum senyum
“khayalanmu terlalu tinggi”
“aku tidak berkhayal. Itu hal mudah bagiku”
“tidak mungkin. Kecuali kau itu hantu”
“aku memang hantu” jawab sakura polos

Hening

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

“hhaaaaaaaaaaaaahhhhh ????” sasuke tiba-tiba OOC , matanya membulat, mulut terbuka lebar. Sasuke benar benar terkejut dengan pengakuan sakura.
“ka ka kaamuu Hanttu ?” tanya sasuke sekali lagi dengan terbata bata
“heh ? kau tidak menyadarinya ? ku pikir kau sudah tau semalam ?” jawab sakura dengan polosnya.
“kau pasti bohong, mana ada hantu gentayangan pagi pagi begini” sasuke berusaha positif thinking
“kau tidak percaya ? baiklah akan aku tunjukkan” sakura berdiri di atas kursi yang dia dudukin tadi. Sakura melangkah kedepan berjalan seperti biasa, sulit dipercaya tubuh mungil sakura benar benar melayang. Sakura terbang melayang layang di kesana kemari di kamar sasuke. Berikutnya sakura terbang ke langit langit kamar sasuke menembus langit langit itu dan menghilang. Tidak lama kemudian sakura muncul di belakang sasuke. Sasuke yang terkejut sontak terjatuh terduduk dilantai. Sasuke masih bengong mencerna semua kejadian yang dilihatnya barusan.
“Kami-sama mimpi apa aku semalam” rutuk sasuke, kepala nya begitu pusing setelah melihat sakura.
“aku pasti bermimpi” pikir sasuke, sasuke menampar pipinya Plakkk “Sakiitt” Sasuke merasa pipinya memanas dan memerah.
“kau ini bodoh sekali” ucap sakura yang heran dengan kelakuan sasuke
“kalau kamu bener benar hantu. Kenapa mengganggu ku pergi sana” usir sasuke
“semalam kan sudah aku bilang aku butuh bantuanmu”
“Tidak mau!!”
“Ayolahhh”
“kenapa harus aku ?”
“karna hanya kamu yang bisa melihatku”
“Tidak mau”
“Ayolahh Sasuke kun, hanya kamu yang bisa” sakura memasang raut wajah paling memohon pada sasuke. Setiap orang yang melihat pasti langsung menuruti sakura. Mukanya yang polos penuh harapan, emerladnya berkaca kaca seolah menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Hati sasuke yang biasanya sedingin Es kini meleleh oleh tatapan sakura,sungguh sasuke tidak tahan ditatap seperti itu.  sasuke menghela nafas panjang..
“Baiklah”


-          Sakura PoV        -
Aku sedang berada di tokoh dipinggir pantai menemani ibuku berbelanja. Mata ku terpanah pada 3 buah gantungan kunci berbentuk bintang. Cantik sekali. Gantungan itu seperti botol yang berbentuk bintang, didalamnya ada pasir warna warni dengan sebuah kerang yang cantik.
“Paman, apa ini dijual ?” aku memberanikan diri bertanya pada paman yang menjual gantungan itu.
“Tentu, kamu mau gadis kecil ?” aku menggangguk pelan. Paman itu memberikan satu buah gantungan kunci itu padaku.
“paman boleh aku minta ketiga gantungan itu ?”
“banyak sekali, kau begitu menyukainya ternyata”
“huum.. aku juga ingin teman-teman ku mempunyai gantungan yang sama denganku paman”
“kamu baik sekali, ini untukmu”
“Arigatoo..” aku mengambil ketiga gantungan kunci itu dan membayarnya.
Setelah pulang, cepat cepat aku ketaman untuk menemui  kedua sahabatku. Dengan perasaan yang gembira aku menghampiri sahabat ku yang sedang bermain boneka.
“Teman-teman, aku punya sesuatu untuk kalian” ucapku begitu berada dihadapan mereka
“apa itu sakura chan ?” tanya gadis paling pemalu diantara kami.
“Ini..” aku menunjukan gantungan kunci yang baru saja aku beli tadi
“wahh.. cantik sekali gantungan kunci nya” giliran gadis kuning bersuara
“Ini untukmu Ino” aku memberikan gantungan kunci itu pada ino, sesuai warna kesukaan ino aku memberikan gantungan warna Kuning.
“Dan yang ungu untuk mu Hinata” Hinata si gadis pemalu itu menerimanya dengan rona merah diwajahnya.
“Arigatoo Sakura Chan” Ucap mereka berbarengan
“Dhoita, ohh ya aku tadi lihat disimpang jalan sana ada penjual Es Cream. Ayoo kita lihat”
Aku, ino, dan hinata pergi membeli es cream dipersimpangan jalan tidak jauh dari taman. Saat kami mau kembali ketaman ino dan hinata saling bercanda tanpa sengaja Ino menyenggol es cream milik hinata hingga jatuh. Hinata menangis.
“Hinata Gomenasai” sesal ino
“Ino baka !!” hinata mendorong ino. Tidak kuat memang, tapi es cream yang dipegang ino ikut jatuh ketanah. Ino yang tidak terima, Mendorong hinata kembali.  pada akhirnya hinata dan ino saling mendorong.
“teman teman sudahlah, ayoo kita beli yang baru” bujuk ku pada kedua temanku ini. Tapi mereka menghiraukan ku dan tetap saling mendorong. Kulihat gantungan kunci yang kuberikan pada Ino terjatuh terpental ke arah jalan raya disamping. Aku mengambilnya. Saat aku berdiri sebuah truk melaju didepanku. BRUKKKK.. Seketika tubuh mungil ku terpental. Aku tergeletak di tengah jalan dengan darah diamana mana. Tubhku seakan remuk semua. Kesadaranku mulai menghilang, pelan pelan pandanganku mulai kabur, mataku mulai menutup hingga hanya gelap yang dapat aku lihat.
Tidak lama kemudian aku mencoba membuka mataku. Saat mata ini sudah bisa melihat dunia dengan jelas. Kulihat semoa orang mengelilingiku. Diantara mereka ada Hinata dan Ino. Mereka saling berpelukkan, senangnya aku mereka sudah akur kembali. Tapi.. tunggu dulu kenapa mereka berdua menangis ? aku berusaha bangkit dan berdiri lalu mendekat kearah mereka.
“Ino , Hinata kenapa kalian menangis ?” tanya ku khawatir. Mereka berdua memandang kearahku, lalu berlari mendekatiku. Blusshh.. seperti angin lewat.. apa ini ? apa yang terjadi ? kenapa ? kenapa aku seakan menembus mereka berdua ? ku beranikan diri berbalik. Seketika air mataku jatuh tumpah. Kulihat Hinata dan Ino sedang menangis disamping gadis rambut pink yang tubuhnya dipenuhi dengan darah. Aku kenal gadis itu. Tidak !! Aku tau gadis itu.. gadis itu Aku !! ini tidak mungkin. Tangis ku pecah, aku membeku ditempat.
Tidak lama kemudian datang Ambulans. Mereka membawa tubuhku pergi bersama Ino dan Hinata. Aku mengikuti mereka masuk kedalam mobil ambulans. Ino dan Hinata masih menangis. Perawat yang ada didalam mobil itu memeriksa ku memasang berbagai macam selang yang tidak aku ketahui ketubuh mungilku.
“Ino, Hinata jangan menangis aku disini” aku mencoba berbicara pada Ino dan Hinata tapi seprtinya mereka tidak mendengarku. Sial !! mereka tidak bisa melihat dan mendengarku, aku juga tidak bisa menyentuh mereka. Kami sama apa yang terjadi padaku.
Ambulans itu sudah sampai di Rumah Sakit. Tubuhku dibawa ke ruang oprasi. Tidak lama kemudian Ibu dan Ayah datang bersama orang tua Ino dan Hinata. Mereka semua menangis. Sakit rasanya melihat orang orang yang kusayang menangis seperti ini. Setelah 2 jam menunggu, dokter yang mengoprasiku keluar dari ruang oprasi. Terlihat muka dokter itu sedih. Ayah dan ibu mendekat kearah dokter. Dokter itu hanya menggeleng kepala
“Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami” ucap nya menyesal. Saat itu juga ibu pingsan. Ayah yang menopang ibu yg  pingsanpun menangis, begitu jg ino hinata dan orang tua mereka ikut menangis. Aku masuk kedalam ruang oprasi. Aku menatap tubuhku yang sudah ditutupi kain putih dari ujung kepala sampai kaki. Apa aku benar benar  mati ? bodohnya aku. Jelas jelas aku ini sudah mati, raga dan jiwa sudah terpisah. Aku hanya bisa menangis menerima kenyataan pahit ini.
~ ( ` w ‘ ) ~
Tubuhku dibawa kembali oleh ayah dan ibu kerumah. Inilah Upacaran Pemakamanku. Miris sekali aku harus merenggang nyawa dengan teragis seperti itu diusia  10 tahun yang masih terbilang masih sangat muda. Satu persatu orang datang. Aku berdiri dipojok ruangan melihat semua orang yang datang memberi penghormatan terakhir padaku. Meletakkan bunga mawar putih tanda turut berduka cita atas kematianku. Kupandangi setiap sudut ruangan itu, mereka semua  rata rata menangis. Kulihat kedua sahabatku berdiri menatap peti dihadapan mereka. Air mata mereka tidak bisa berhenti. Tampaknya mereka menangis sepanjang malam terlihat dari mata Ino dan Hinata begitu sembab.
Hinata si gadis pemalu seperti kekeringan Air mata, dari matanya aku bisa melihat kesedihan paling dalam. Ino masih menangis, dia tidak bisa membendung air matanya yang sejak dari tadi tumpah.
“Ini salahmu hinata, ini semua gara-gara kamu” Ino berteriak membentak hinata. Hinata tiba tiba membeku ditempat lengkap sudah rasa sakit yang hinata rasakan. Ino pergi berlari keluar meninggalkan ruangan itu. Hinata yang masih membeku ditempat seakan tertusuk pedang yang begitu tajam dijantungnya. Hinata menangis dalam diam, air matanya kembali muncul membasahi pipinya.
“Hinata itu tidak benar Ino hanya terbawa emosi” aku mencoba menenangkan Hinata, aku tau Hinata pasti tidak bisa mendengarku. Hinata menundukan kepalanya, dia begitu menyesal merasa bersalah dan begitu sedih.
“Mungkin Ino benar, ini salahku” Hinata berjalan Lesu, dia menembusku. Dan pergi kearah pintu keluar. Aku terduduk ditempat ku berdiri tadi. Kami Sama jangan biarkan kedua sahabatku bertengkar seperti itu. Mereka berdua tidak salah.
Tubuhku sudah dikuburkan, Rumah ku sudah sepi hanya tinggal ayah dan ibu. Ayah sedang mandi, sedangkan ibu berada dikamarku menatap foto ku dengan kesedihan mendalam. Aku tau ibu pasti sangat terpukul atas kepergian ku melebihin siapapun. Sungguh, sungguh aku tidak sanggup melihat ibu seperti ini. Aku berlari keluar meninggalkan rumah. Berlari tampa arah yang jelas. Kaki ku tersandung sesuatu aku terjatuh, aku mencoba duduk saat itu juga tangis ku kembali pecah. Aku tidak bisa menerima semua ini. Saat itu juga aku mendengar suara anak laki laki dibelakangku.
-          Sakura END PoV –
.
.
-          Normal PoV  –
“begitulah ceritanya, semalam  aku mengikutimu kerumah tanpa sepengetahuan mu “ sakura mengakhirinya ceritanya. Sasuke hanya mengangguk kecil tanda dia paham situasi sakura.
“jadi kamu baru meninggal ? lalu kamu ingin minta bantuan apa pada anak anak sepertiku?”
“aku ingin.. kamu bisa membuat kedua teman ku berbaikkan” 
“hah ? hanya itu ?” tanya sasuke memastikan
“Iya hanya itu saja” sakura menggangguk pelan
“Baiklah, ayo kita cari kedua temanmu itu” sasuke berdiri dan berjalan menuju kamar mandi “tapi sepulang aku sekolah” sakura hanya mengangguk pelan, tanda dia mengerti lalu menghilang.
~ ( > w < ) ~
Sakura kecil berdiri di atas dahan pohon disebrang sekolah sasuke. Menatap kearah sekolah sasuke.
“aku jadi kangen sama sekolahku” sakura hanya bisa menatap nanar pada bangunan didepannya. Tidak lama kemudian sosok yang dia tunggu terlihat oleh manik Emarland nya. Sakura terbang kearah sasuke.
“Konichiwaa Sasuke-kun” sapa sakura ramah, sakura berjalan disamping sasuke menyamakan langkahnya dengan sasuke
“jadi ayoo kita kerumah Hinata, sasuke” sasuke hanya menjawab pertanyaan sakura dengan anggukan kecil. Mereka berjalan dalam diam, tidak ada satupun yang berbicara. Sakura berjalan satu langkah di depan sasuke, sasuke hanya mengikuti langkah sakura dari belakang.
“Kita sudah sampai” mereka berdiri depan gerbang besar. Sasuke sedikit kagum dengan rumah dihadapannya sekarang. Dipandanginya sekeliling rumah itu, rumahnya tidak jauh beda besarnya dengan rumah sasuke hanya saja rumah ini memiliki halaman yang lebih luas dari rumah sasuke. Sasuke sedikit mengenali rumah ini.
“Hey sakura, bukan kah ini rumah kediaman Hyuga ?” sasuke kenal keluarga hyuga dia pernah sekali berkunjung ke rumah ini bersama ayahnya.
“Yups, dari mana kau tau ?” tanya sakura heran
“aku pernah sekali kesini bersama Ayah ku” sasuke menekan bel didekat gerbang. Tidak lama kemudian ada satpam yang menghampiri mereka.
“cari siapa dik ?” tanya satpam itu ramah
“Aku mencari Nona Hinata” ucap sasuke to the point
“wahh.. sayang sekali, Nona Hinata tadi pagi sudah berangkat ke Amerika untuk melanjutkan sekolahnya”
“Apppaaaaa ???” sakura sangat terkejut dengan yang dikatakan satpam tadi. Sasuke hanya mengangguk kecil lalu berterima kasih pada satpam dan pergi meninggalkan kediaman Hyuuga.
“sakura.. kurasa ini akan jadi sulit. Kau harus menunggu sampai Hinata kembali dari study nya”
“kau benar” sakura hanya menjawab lesu.
.
.
-          Flashback END  -
-           
...............................................................................................................................................
“Ketika takdir mempertemukan kita.. Pertemuan yang unik ini membuatku bersamamu..”
.
.
~FuuChan~
..............................................................................................................................................

Yokattaaa.. selesai juga Chapter pertama. Arigatoo udah mau baca Fic ku yang masih abal abalan ini. Ehhmmm.. Fuu sangat terbuka dengan saran dan kritik. Review or Flame?. Jadi mohon tinggalkan jejak ya minna san :D





Dirty Magic #act 1


Ahh mungkin jika dia ada disini lebih cepat hal seperti ini tidak akan terjadi, ia kan Dhan. Terserah apa “katamu” tapi kau sudah melakukan apa yang ku bisa sebagai agen kepolisian daerah russeldoom.

Sudah ku katakan berkali kali aku tidak suka di panggil sebagai agen kepolisian, lagi pula aku juga tidak lulus dalam ujian masuk dan hanya mempunyai licensi d rank itu sudah sangat suram bagiku.

 hei hei dhan jangan seperti itu kau adalah rank s dark side russeldoom kan ? .
michael, jika kau bilang seperti itu lagi kau akan langsung aku tebas.

Baiklah Agan Maddnes...

Entah kenapa aku di lahirkan entah kenapa aku jadi seperti ini. Namaku Dhaniel Austin D-rank sunshine russeldoom bekerja sebagai agen kepolisian dengan gajih sebesar 70ribu core, ya mata uang negara kami adalah core. Tapi aku mempunyai nama lain yaitu maddnes growling fucking jack knife dark blood. Jangan tanya kenapa aku mempunyai nama itu.

Di Dark side area ada 5 orang lagi yang seperti ku ya walaupun hanya aku yang mempunyai nama panjang yang aneh seperti itu. Ya aku bersama 5 orang lainya menyebut diri kami sebagai 6 pink blood. Ingat 6 pink blood bukan lah sebuah organisasi tapi orang dari darkside russeldown yang menyebut kami seperti itu.
Perlu kalian ketahui 5 ini membentuk sebuah organisasi. Dan mereka menamainya Light Rabbit. Aku tidak tau kenapa mereka yang selalu tinggal dalam kegelapan menambahkan kata “Light” dalam nama organisasi mereka. Ah itu tidak penting yang terpenting aku maddnes growling fucking jack knife dark blood bersama Michael akan menghancurkan Light Rabbit dan akan ku pastikan semua orang akan melihat mereka telanjang di tengah kota.

Hai dhan mau minum kopi di fishcake,

Aku tidak tau maksud dari dia mengajaku minum di Fishcake. Perlu kau ketahui michi bukan lah tipe orang yang suka mentraktir, ah ya sudahlah akan ku terima saja ajakan ini.

Baiklah mich aku ikut.

Ah yeaahhh akan ku traktir burger juga nanti. Dhan.
Tak lama kemudian tiba tiba ..

Jduaaaarrrr...............

Cih.. sihir ini tidak salah lagi ini adalah milik J

Kau benar mich tapi ada yang aneh seharus nya Trace miliku ku sudah mendeteksi kalau dia muncul.

Apa ini clone? Apa ada jamming? Tidak mungkin wanita itu bisa menggunakan tipe sihir seperti itu yang ku tau di adalah seorang yang sangat brutal.

Baiklah michi gunakan Silent move .

Baiklah dhan sepertinya kita tidak bisa minum di fishcake malam ini, tapi kita bergerak kemana?

Ke distric empat aku bisa menggunakan Lightning Imp dengan leluasa disana.

tapi tunggu ada yang aneh ...
To be continued
Writer note: design character sedang di buat jadi tunggu saja :*


Copyright © / Katsurazhi

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger